SELAMATKAN BUMI KITA

Global Warming menjadi suatu tema yang sering dibicarakan. Perubahan iklim, efek rumah kaca, penipisan lapisan ozon, mencairnya es di kutub dan beberapa hal lainnya yang berhubungan dengan global warming. Sadarkah kita semua bahwa bumi telah mengalami pemanasan yang disebabkan oleh segala pihak yang tinggal dibumi? Beberapa faktor yang menyebabkan pemanasan global adalah hasil dari perbuatan manusia. Oleh karena itu, manusia juga yang bisa merawat dan melestarikan bumi sehingga terhindar dari pemanasan global. Untuk tugas kali ini, kelompok saya membuat sebuah poster yang mempunyai tema global warming.
  


Pada poster diatas terdapat gambar bumi, data-data tentang perubahan iklim yang terjadi di beberapa daerah di Bum, kemudian dibawahnya terdapat tetesan air yang jatuh menuju pada gambaran air, dan terdapat tulisan "SELAMATKAN BUMI KITA" dalam Bahasa Indonesia dan dalam bahasa negara lainnya. Maksud dari penulisan selamatkan bumi kita dalam beberapa bahasa adalah agar setiap negara melakukan tindakan untuk menyelamatkan bumi. Sebuah tetesan air yang jatuh ke genangan air melambangkan kesatuan tindakan yang akan dilakukan oleh semua negara untuk menyelamatkan bumi. 




Cara Pembuatan Poster 




Untuk pembuatan poster diatas menggunakan software Adobe Photoshop CS3. Pertama, buat satu buah gambar untuk menjadi background untuk menyatukan ketiga gambar dan beberapa text. Drag ketiga gambar tersebut kedalam file tersebut. Maka akan ada 3 layer. Tempatkan gambar bumi dibagian atas, tetesan air dibawah gambar bumi kemudian dibagian bawah untuk gambar genangan air. Untuk gambar tetesan air, pada backgroundnya kita ubah warnanya menjadi warna hitam dengan menggunakan brush dengan mode normal agar menyatu dengan background pada gambar bumi, dan untuk tetesan airnya kita ubah supaya warnanya tidak biru dan menjadi agak hitam menggunakan brush dengan mode color. Untuk gambar genangan air, pada bagian yg menyatu dengan gambar bumi, kita warnai dengan warna hitam menggunakan brush dengan mode normal, kemudian gunakan blur effect untuk menyamarkan bagian yg menyatu tersebut dan untuk keseluruhan gambarnya kita warnai menggunakan brush dengan mode soft light dengan opacity 60% dan flow 50%. Setelah mengubah tampilan untuk 3layer gambar, maka kita tambahkan beberapa text pada gambar tersebut. 


Sumber Gambar :

Sumber data perubahan iklim :



THE HISTORY OF ROCK N ROLL


Rock and roll (sering ditulis sebagai rock 'n' roll) adalah genre musik yang berkembang di Amerika Serikat di akhir tahun 1940-an, dan mencapai puncak kepopuleran di awal tahun 1950-an. Dari Amerika Serikat, genre musik ini tersebar ke seluruh dunia. Rock and roll melahirkan berbagai macam subgenre yang secara keseluruhan dikenal sebagai musik rock.
Ciri khas rock and roll adalah pada ketukan (beat) yang biasanya dipadu dengan lirik. Rock and roll menggunakan beat yang didasarkan salah satu ritme musik blues yang disebut boogie woogie ditambah aksen backbeat yang hampir selalu diisi pukulan snare drum. Versi klasik dari rock and roll dimainkan dengan satu atau dua gitar listrikgitar bas listrik, dan drum set. Perangkat kibor sering dimainkan sebagai alat musik tambahan. Bila dimainkan dengan dua gitar listrik, gitar listrik yang dimainkan untuk memberi melodi disebut guitar lead, sedangkan gitar untuk memberi ritme dan harmoni disebut gitar ritmeSaksofon sering dijadikan instrumen melodi pada gaya rock and roll awal tahun 1950-an, tapi digantikan perannya oleh gitar elektrik di pertengahan tahun 1950-an. Di akhir tahun 1940-an, bentuk awal rock and roll bahkan memakai piano sebagai instrumen melodi. Salah satu cikal bakal rock and roll adalah musik boogie woogie dengan piano sebagai melodi, seperti permainan musik berbagai kelompok big band yang mendominasi dunia musik Amerika dekade 1940-an. Kepopuleran rock and roll secara massal dan mendunia ternyata menimbulkan dampak sosial yang tidak terduga. Rock and roll bukan saja memengaruhi gaya bermusik, tapi sekaligus gaya hidup, gaya berpakaian, dan bahasa. Selain sukses di dunia musik, bintang-bintang di periode awal rock and roll juga sukses di dunia film dan televisi. Elvis Presley, misalnya merupakan bintang rock and roll yang sukses sebagai bintang film dan televisi.
Istilah slang "rock and roll" sering dipakai orang berkulit hitam untuk menyebut "hubungan seks". Penyanyi wanita Trixie Smith pertama kali menggunakan istilah "rock and roll" dalam lagu "My Baby Rocks Me With One Steady Roll" yang diedarkan tahun 1922.



Rock and roll mulai muncul sebagai gaya baru dalam bermusik di Amerika pada akhir tahun 1940-an sebagai percabangan musik country dan western produk budaya orang Amerika berkulit putih, dan musik rhythm and blues (R&B) yang merupakan produk budaya orang Afrika-Amerika. Unsur-unsur rock and roll sebenarnya sudah bisa didengar pada lagu-lagu country tahun 1930-an dan lagu-lagu blues dari tahun 1920-an. Walaupun demikian, genre musik yang baru ini tidak disebut "rock and roll" hingga di tahun 1950-an. Bentuk awal rock and roll adalah rockabilly yang memadukan unsur-unsur R&B, blues, jazz, dan dipengaruhi musik folk Appalachia serta musik gospel. Bila ditelusur lebih jauh lagi, cikal bakal musik rock and roll bisa ditemukan di daerah slum Five Points, kota New York pada pertengahan abad ke-19. Di daerah tersebut untuk pertama kalinya terjadi percampuran antara tari Afrika yang ritmis dengan musik Eropa, khususnya musik untuk tari rakyat jig asal Irlandia yang sangat melodius.
Penyanyi gospel berkulit hitam dari daerah Selatan Amerika Serikat menggunakan istilah "rocking" untuk menyebut sesuatu yang mirip dengan proses pengangkatan yang akan dialami orang yang percaya di akhir zaman. Istilah "rocking" pada akhir dekade 1940-an menjadi bermakna ganda, "menari" dan juga "seks", seperti pada lirik lagu "Good Rocking Tonight" yang dibawakan pemusik blues Roy Brown. Lagu seperti ini biasanya hanya diputar stasiun radio yang menyiarkan musik orang Afrika-Amerika dan jarang didengar kalangan orang berkulit putih.
Pada dekade 1920-an dan 1930-an, orang kulit putih di Amerika banyak menyenangi pemusik berkulit putih yang memainkan musik jazz and blues milik orang Afrika-Amerika. Musik yang sama namun bila dimainkan pemusik berkulit hitam justru sering tidak mendapat sambutan. Pemusik R&B berkulit hitam yang digemari orang berkulit putih cuma sedikit, di antaranya yang menonjol adalah Louis JordanMills Brothers, dan The Ink Spots. Semasa lagu-lagu baru belum banyak diciptakan, lagu hit di awal era rock and roll banyak merupakan rekaman ulang dari lagu R&B atau blues yang sudah dikenal sebelumnya. Genre musik blues nantinya terus memberi inspirasi bagi para pemusik rock. Pemusik blues bergaya Delta blues seperti Robert Johnson dan Skip James menjadi inspirasi bagi pemusik rock Inggris The YardbirdsCream, dan Led Zeppelin.
Di tahun 1951Alan Freed, seorang DJ di Cleveland, Ohio mulai memutar jenis musik yang diperkirakannya bisa disukai pendengar dari berbagai kalangan dan ras. Alan Freed disebut-sebut sebagai orang yang pertama kali menggunakan istilah "rock and roll" untuk musik R&B yang gembira dan energetik. Sewaktu bekerja sebagai DJ di stasiun radio WJW di Cleveland, Alan Freed mengadakan konser rock and roll yang pertama. Konser dilangsungkan 21 Maret 1952 dan diberi nama "The Moondog Coronation Ball". Acara dihadiri penonton yang sebagian besar orang Afrika-Amerika, tapi harus diakhiri sewaktu baru saja mulai karena penonton yang luar biasa padat. Setelah konser yang pertama sukses, Alan Freed terus mengadakan berbagai pertunjukan rock and roll yang banyak ditonton orang berkulit hitam dan berkulit putih. Pertunjukan seperti ini membantu penyebaran gaya musik Afrika-Amerika di berbagai kalangan.
Pengamat musik sering berdebat mengenai pemusik yang berhak dicatat sebagai pembuat rekaman rock and roll yang pertama. Sister Rosetta Tharpe sudah merekam musik yang penuh dengan teriakan dan hentakan di tahun 1930-an dan 1940-an. Gaya bermusiknya mirip dengan ciri khas rock and roll di pertengahan tahun 1950-an. Sister Rosetta sudah menduduki tangga lagu pop di tahun 1938 dengan lagu-lagu berirama gospel seperti "This Train" dan "Rock Me", serta dilanjutkan di tahun 1940-an dengan "Strange Things Happenin Every Day", "Up Above My Head", dan "Down By The Riverside". Pemusik lain yang menyanyikan lagu gospel/blues dengan iringan piano boogie adalah Big Joe Turner dengan "Roll 'em Pete". Lagu ini direkamnya di tahun 1939, tapi hampir-hampir tidak bisa dibedakan dengan gaya rock and roll tahun 1950-an. Artis yang merilis rekaman mirip rock and roll pada dekade 1940-an dan awal tahun 1950-an, di antaranya: Roy Brown ("Good Rocking Tonight", tahun 1947), Paul Bascomb ("Rock and Roll", 1947), Fats Domino ("The Fat Man," 1949), Big Joe Turner ("Honey, Hush", 1953, dan "Shake, Rattle and Roll", 1954), serta Les Paul and Mary Ford ("How High the Moon," 1951).
Artikel majalah Rolling Stone terbitan tahun 2004 menyatakan singel pertama Elvis Presley produksi Sun Records yang berjudul "That's All Right (Mama)" adalah rekaman rock and roll yang pertama.[1]. Sementara itu, lagu hit "Bo Diddley" dan "I'm A Man" oleh Bo Diddley dikatakan sebagai perintis beat baru yang menghentak, serta memperkenalkan cara bermain gitar yang unik dan menjadi inspirasi bagi pemusik lain.
Lagu "Rock Around the Clock" oleh Bill Haley adalah lagu rock and roll pertama yang menduduki puncak tangga lagu majalah Billboard untuk angka penjualan dan jumlah pemutaran lagu (airplay) di radio. Bill Haley membuka pintu bagi gelombang baru kebudayaan pop yang disebut rock and roll. Pemusik-pemusik lain yang menciptakan lagu hit di periode awal rock and roll adalah Chuck BerryLittle Richard, dan kelompok vokal bergaya doo-wop. Sementara itu, di dunia musik pop berjaya para penyanyi yang sudah menjadi bintang sejak dekade sebelumnya, misalnya Eddie FisherPerry Como, dan Patti Page. Di periode awal rock and roll, mereka mulai menemui kesulitan menempatkan lagu-lagu pop di tangga lagu akibat terhalang lagu rock and roll.
Musik rock and roll dan boogie woogie keduanya menggunakan satu bar (birama) delapan ketuk dan sama-sama memainkan progresi kord blues 12-bar. Walaupun demikian, rock and roll lebih menekankan pada backbeat dibandingkan boogie woogie. Little Richard memadukan piano boogie-woogie dengan backbeat yang berat dan menyanyikannya dengan suara berteriak akibat terpengaruh gaya menyanyi musik gospel. Pemusik seperti Ray Charles dan Smokey Robinson memuji gaya bernyanyi Little Richard yang dikatakannya membawa warna baru dalam musik. James Brown memuji Little Richard sebagai pemusik yang pertama kali memasukkan unsur musik funk ke dalam beat rock and roll. Elvis Presley turut menyebut Little Richard sebagai sumber inspirasi. Walaupun demikian, perpaduan unsur-unsur musik seperti yang dilakukan Little Richard bukan hal yang baru. Sebelum Little Richard, sudah banyak sekali pemusik yang melakukan hal yang sama, misalnya EsqueritaCecil GantAmos MilburnPiano Red, dan Harry Gibson. Gaya liar Little Richard dalam berteriak dan menyerukan "wuuu wuuu," sebenarnya sudah digunakan Marion Williams dan banyak lagi penyanyi gospel wanita di tahun 1940-an. Roy Brown juga sudah meneriakan "yoooooww" jauh sebelum Richard melakukannya dalam lagu "Ain't No Rockin no More".

DAMPAK SOCIAL NETWORK

Apakah Social Network tersebut lebih banyak manfaatnya untuk para mahasiswa dalam mendukung proses belajar mengajar?
Menurut saya dari segi belajar, social network atau sebagai contoh facebook sangatlah baik karena sudah kita ketahui sebelumnya Indonesia adalah pengguna facebook terbesar di dunia karena dengan facebook kita dapat juga saling berinteraksi dalam proses pembelajaran, kita bisa saling memberi informasi tugas, bisa bertanya tentang pengetahuan tertentu, akan tetapi segala sesuatu mempunyaI dampak positive dan negative,
dampak positivnya menurut saya;
1.pelajar,mahasiswa dan masyarakat umum bisa melakukan silaturahmi dan saling berbagi pengetahuan seperti dalam agama diajarkan
2.sebagai pelepas penat dengan kita mengupdate status yang merupakan buku harian eletronik yang bisa dibaca siapapun
3.sebagai mempermendek jarak antar user dibelahan dunia manapun
4.dan bisa juga sebagai motivasi dari kita ke teman lain atau teman lain ke kita
5.sebagai iklan atau promosi barang atau jasa
6.untuk pelajar atau mahasiswa dapat berdikusi tentang pelajaran atau organisasi tertentu yang menunjang nilai disekolah
Dampak negative;
1.
menjadi malas siswa atau mahasiswa dan krayawan karena menfaatkan alpikasi chat di facebook karena keasyikan
2.kadang sebagai ajang penipuan tentang penjualaan atau membuat akun artis terkenal tanpa sepengetahuan
3.remaja tidak menjadi diri sendirinnya seperti contoh banyak remaja menurut penglihatan saya menggunakan foto palsu yang sama sekali bukan foto dirinnya biasannya yang mereka masukan gambar yang berpenampilan menarik
4.pemanfaat pihak yang tidak bertanggung jawab kepada remaja yang labil seperti penjualaan remaja, dan menjadi PSK, remaja diiminggi uang dan perkerjaan
5.bagi anak-anak yang masih bersekolah dibawah smp biasanya yang paling maniak menggunakan facebook dan menyebabkan menjadi anak yang hidupnnya boros karena uang skunya digunakan untuk ke warnet atau mengisi ulang pulsa pada ponselnya
6.dampak secara langsung atau fisik adalah iritasi mata,sakit pada tulang belakang karena terlalu lama duduk yang menyebabkan tegang pada tulang belakang dan yang lebih parah radiasi radio aktifnya menyebabkan kenker karena sel-sel tubuh kita rusak dan tidak berkembang dengan baik
Oleh karena itu perlu ditingkatnya dari sd,smp,sma,kuliah,dan dunia kerja atau umum sosialisasi tentang damapak, penggunaan pemanfaatan social network melalaui seminar 0seminar yang dilakukan instasi pendidikan , pemerintah dan organisasiagama, ibu-ibu pkk dan perlu adanya interaksi yang baik tentang penggunaan social network.
Peran orang tua adalah hal yang paling dasar untuk mengawasi putra putrinya pada penggunaan social network setelah itu sekolah dan lingkungan
dari sumber lain mengatakan bahwa;
Rizka dwi mulyani
November 19th, 2010 at 9:14 pm
maaf saya tidak setuju dengan AHMAD FAUZI RIDWAN. karena social network tidak selalu harus berdampak negatif. ada hal positif nya yang sudah dijelaskan oleh RADEN BAYU HERLAMBANG. setiap sesuatu yang sudah dilakukan pasti ada positif dan negatifnya. tidak mungkin social network dibuat hanya untuk positifnya saja ataupun sebaliknya hanya negatifnya saja. pasti semuanya ada pro dan kontra nya. itu semua tergantung dari pemakai social network yang bersangkutan. jika pemakai itu bisa menggunakan social network dengan sebagaimana mestinya dan dengan aturan yang berlaku pasti akan menghasilkan hasil yang positif. jika pemakai itu tidak bisa menggunakan social network dengan benar,misalnya menyalahgunakan media yang sudah ada seperti facebook yang digunakan sebagai modus penculikan,pencurian,penipuan dll pasti akan menghasilkan hasil yang negatif.
dan dalam proses belajar mengajar social network sebenarnya bisa digunakan untuk mencari wawasan yang seluas-luasnya bisa dari teman facebook/twitter,,saudara,ataupun orang yang belum kita kenal juga bisa mendapatkan wawasan darinya. bisa juga mendapatkan info atau kegiatan artis idola kita setiap hari. sebenarnya social network itu sangat berguna sekali jika kita dapat memanfaatkannya dengan benar. segaptek-gapteknya orang pasti mereka tahu apa itu social network : facebook,,twitter,,yahoo dsb. mulai dari anak kecil sampai orang tua mereka menggunakan social network untuk berkomunikasi dengan kerabat-kerabatnya yang jauh atau mungkin yang sudah lama tidak bertemu bisa bertemu di social network tersebut.
jadi,kesimpulannya social network bisa dikatakan positif atau negatif tergantung dari pemakainya.

PENGALAMAN DALAM DUNIA E-COMMERCE

Saat ini, dunia bisnis e-commerce sudah sangat berjaya. Seperti yang biasa kita lihat, sudah banyak sekali online shop yang menjual berbagai produk yang beragam. Kali ini saya akan mencertitakan pengalaman saya dalam menjual barang saya pada suatu situs jejaring sosial yaitu kaskus.
Sebelumnya saya mempunya hanphone blackberry seri 9000 alias bold. Pada saat saya membeli, pada awalnya harganyanya 4.5 juta. Karena beberapa kekurangan yang terdapat pada handphone tersebut, alhasil saya memutuskan untuk menjual handphone tersebut. Saya memutuskan untuk menawarkan handphone saya ke sebuah konter di pusat pertokoan elektronik, pada saat itu handphone saya dihargai hanya 1.8 juta. Betapa kagetnya saya bahwa handphone yang saya beli hampir 5 juta hanya dihargai tidak sampai dengan 2 juta. Akhirnya saya pun mengurungkan niat saya untuk menjual handphone saya di counter hp.
Tidak lama setelah itu, teman saya memberi saran kepada saya agar mencoba menjual barang di kaskus, karena penasaran saya pun mencoba menjual handphone saya di kaskus. Tidak sampai satu jam saya pasang iklan, sudah banyak sekali orang yg menawar handphone dengan kisaran harga beli yang cukup tinggi.Alhasil saya pun menemukan harga cocok yaitu 2.5 juta untuk hanphone saya, dengan sistem pembayaran Cash ON Delivery. Pada intinya kunci berjual beli di internet itu sangatlah aman dengan modal utama kjujuran.

SEPUTAR WEB SCIENE

Tulisan saya kali ini mengenai tugas yang di perintahkan oleh dosen softskill saya. Berikut ini adalah berbagai ulasan dalam web sciene yang saya peroleh dengan searching di uncle google

Web Science didirikan pada tahun 2006 dengan nama Web Science Research Initiative (WSRI). Web Sicence ini awalnya adalah hasil dari Memorandum of Understanding antara MIT CSAIL dan University of Southampton, ECS. Ambisinya adalah mengkoordinasi dan mendukung sentralisasi pembelajaran World Wide Web. Sejak pertama kali diluncurkan, konsep Web Science sudah menyebar secara meluas dan mengukuhkan diri sebagai area aktifitas yang penting.

Aktifitas WSRI fokus pada (i) artikulasi agenda penelitian untuk komunitas scientific, (ii) mengkoordinasi pengembangan materi pembelajaran Web Science dan (iii) mengikat pemikiran tentang kepeminpinan pada sektor yang berkembang ini.

Untuk melanjutkan aktifitasnya dan mendukung pengembangan Web Science secara global, para direktur WSRI membuat badan amal-the Web Science Trust (WST). WST berkerja sama dengan World Wide Web. Golnya adalah untuk mendorong partisipan luas dalam pengembangan Web Science. the Foundation mempunyai misi untuk meningkatkan Web. the Trust dan the Foundation mempunyai kesamaan komitmen untuk melanjutkan disiplin dari Web Science dan akan bekerja bersama pada beberapa proyek yang memperbaiki pengertian tentag Web Science dan mempromosikan dampak positif Web Science pada masyarakat luas.

PERKEMBANGAN PERFILMAN INDONESIA SAAT INI

Perfilman di Indonesia diharuskan mengemban misi pencerdasan masyarakat dan tidak hanya terpaku pada unsur hiburan dan kejar tayang saja. "Selama ini terkesan dunia perfilman kita hanya mengutamakan hiburan, sementara unsur pendidikan yang bisa mencerdaskan masyarakat terabaikan. Jadi, metode pengembangan usaha mencerdaskan masyarakat melalui film perlu diperbaiki," ujar Zaitunah Subhan, salah seorang anggota Lembaga Sensor Film (LSF), seperti dikutip Antara dalam sebuah acara sosialisasi LSF di Banda Aceh, pekan lalu.
Masih banyak film film di Indonesia yang tidak memberikan tontonan yang mendidik bagi masyarakat.
Hendaknya film yang dibuat itu memilki nilai huburan ,informasi, dan pendidikan bagi warga yang menontonnya.
Langkah yang harus diambil sebagai warga adalah kita harus dapat memilih film yang hendak di tonton agar memilki dampak positif bagi kita.

RESUME DIGITAL CINEMA DAN TELEVISION

Digital Cinema memegang peranan penting dalam pembuatan film modern masa kini. nah dalam pembahasan kali ini, saya akan memperkenalkan produksi-produksi dalam film itu sendiri secara digital dengan penggunaan CGI sebagai solusi dari penghematan dalam pengeluaran anggaran pembuatan film.
Digital produksi dan pasca produksi
Sampai saat ini, proses pembuatan film yang sebenarnya dari sebuah produksi film selalu menggunakan 35mm atau 70mm kamera film yang menggunakan tabung-tabung seluloid. Kualitas Gambar yang dihasilkan oleh kamera digital dirasakan secara signifikan lebih rendah dari film sementara, rekaman film semakin banyak  diproses ke dalam komputer untuk manipulasi pasca produksi, proses produksi itu sendiri tetap berbasis seluloid. Dalam Teorinya, Digital film dimulai pada akhir tahun 1980-an, ketika Sony datang dengan pemasaran konsep ‘sinematografi elektronik’. Inisiatif ini gagal lepas landas dengan profesional dan publik yang serupa, dan pada akhir tahun 1990-an, dengan pengenalan perekam HDCAM dan penggantian nama proses menjadi ‘sinematografi digital’, membuat film menggunakan kamera digital dan peralatan terkait akhirnya mulai mengambil alih.
George Lucas berperan penting dalam melahirkan pergeseran ini, ketika pada tahun 2001-2 dia  menembak ‘Attack of the Clones‘ episode Star Wars saga-nya digital, menggunakan Sony HDW-F900 HDCAM camcorder dilengkapi dengan lensa Panavision  high-end  (fitur Perancis Vidocq (Pitof 2001) sebenarnya adalah tembakan pertama dengan kamera Sony). Kamera ini juga mampu mengambil gambar dalam standar konvensional Amerika 30-frame/detik gambar interlaced, kamera ini juga bisa mengambil gambar 24-frames/detik, standar untuk film kamera, dan juga video progresif, video terdiri dari bingkai lengkap dengan interlaced bidang. High-end kamera menggunakan sensor tunggal yang mempunyai ukuran yang sama seperti film 35mm frame, dan memungkinkan pengambilan kedalaman lapangan yang sama  seperti kamera film konvensional. Selain itu, pengambilan gambar dalam format HDTV progresif memberikan ukuran gambar sebesar720 pixel atau bahkan 1080 pixel. Hasilnya adalah ‘filmis’ daripada sebuah ‘televisual’ dilihat dari pengambilan gambar.
Pada pertengahan 1990-an, kamera  Sony format DCR-VX1000 MiniDV  menjanjikan kualitas gambar yang  seperti itu, akan tetapi, masih tidak sebagus film. kamera tersebut cukup baik untuk pembuatan  film yang mempunyai dana yang minim untuk memulai pengambilan fitur gambar mereka secara digital dan editing di program desktop yang relatif murah perangkat lunak. Kamera high-end digunakan secara minimal atau kompresinya  tidak ada proses untuk mengurangi ukuran file, sedangkan MiniDV sistem biasanya menggunakan tingkat kompresi yang tinggi, mengurangi kualitas gambar untuk kepentingan penyimpanan ukuran.
Karena jangkauan dinamis yang lebih rendah dari kamera digital, pengkoreksian bagian cuplikan yang buruk lebih sulit untuk dilakukan di pasca-produksi. Sebuah solusi parsial untuk  masalah ini  adalah penambahan video-kompleks membantu teknologi selama proses pengambilan gambar. Mungkin ini  ‘hanya’ terdiri dari monitor video high-kinerja yang memungkinkan sinematografer untuk melihat apa yang sedang direkam dan untuk membuat  penyesuaian yang diperlukan. Pada yang paling kompleks, namun akan mencakup monitor menampilkan bentuk gelombang yang tepat dan analisis warna sehingga cinematographer dan asistennya dapat membuat penyesuaian menit untuk tiap komponen gambar. Karena ini merupakan solusi teknologi tinggi,  tidak mengherankan jika ini memerlukan  anggaran produksi yang terbesar.
Sebuah keuntungan lebih lanjut dari penciptaan digital set dan lokasi, terutama di usia meningkatkan serial film, sekuel dan waralaba, adalah bahwa set virtual, sekali dibuat dalam komputer dan disimpan sebagai data, dapat dengan mudah diregenerasi untuk produksi  film masa depan , membuat sekuel waralaba menguntungkan dan lebih mudah untuk membentuk dan membuat. Skala ekonomi dalam proses digital itu digunakan untuk mengimbangi  spiral biaya produksi film modern. Yang  Menarik dari  pembalikan tren ini, mungkin, adalah bahwa penggantian tempat virtual  lokasi nyata premi peningkatan pada produksi sekarang dikenali mahal yang masih pergi dengan lokasi geografis nyata untuk mengambil gambar rekaman mereka.
Konsekuensi dari meningkatnya penggunaan teknik komputer-pencitraan di pembuatan film adalah bahwa keseimbangan antara produksi (film dari adegan yang akan merupakan narasi dari film jadi) dan pasca-produksi (yang membersihkan-up foto yang diambil selama tahap produksi dan penambahan analog, dan efek sekarang digital untuk gambar-gambar dasar) secara signifikan telah diubah. Dalam pembuatan film kontemporer, periode pasca-produksi sekarang umumnya jauh lebih lama dari masa produksi, dengan sebagian besar apa yang akan merupakan gambar akhir terlihat pada layar menjadi hasil kerja yang dilakukan dalam (pencitraan yang dihasilkan komputer) dan CGI editing suite bukan pada-set atau di-lokasi. Sementara efek CGI, khususnya di film blockbuster terbesar, sangat kompleks, mahal dan waktu, yang terakhir secara konsisten menurun dan jauh lebih menarik bagi pembuat film dari resiko dan biaya sering terjadi di lokasi pemotretan langsung. Aspek lain dari proses pembuatan film modern juga merasakan dampak dari meningkatkan digitasi.

Estetika Digital Cinema
Digital imaging telah berdampak pada derajat yang bervariasi pada cara di mana adegan dalam film dibangun direkam oleh rekaman, secara bolak balik dari urutan gambar dalam adegan tersebut.
Secara historis, hal ini terjadi karena kualitas gambar kasar CGI dini;
Ada beberapa konsekuensi yang signifikan dari kualitas visual yang berbeda. Salah satu adalah bahwa gambar yang berisi sejumlah besar pekerjaan CGI biasanya muncul di layar untuk jangka waktu yang lebih pendek dari gambar ‘dunia nyata’; logika adalah bahwa gambar  dari CGI  tidak akan ada di layar cukup lama bagi penonton untuk mendaftarkan kepalsuan mereka, dengan demikian mengancam untuk mematahkan suspensi tidak percaya diperlukan untuk penonton untuk percaya dunia film muncul di layar di depan dia. Dan konsekuensi dari ini adalah genre yang disukai ini semacam ‘potongan-melihat’ – seperti, horor, action, genre yang melibatkan bersembunyi dan orang-orang untuk nilai maksimum kejutan – cenderung lebih disukai dibanding genre yang lebih mengandalkan interaksi emosional yang kompleks manusia, di mana lagi ditembak panjang dan kepercayaan mutlak dalam realitas karakter dimitigasi terhadap artifisial menciptakan gambar.
Aktor dan makhluk CGI pertama kali terlihat, sekilas, dalam adegan aksi dalam film seperti The Abyss (Cameron 1989; ketika makhluk air pertama dilihat kru) dan Terminator 2: Judgment Day (Cameron 1991; terutama di adegan pertarungan antara dua terminator), tetapi pada kedua mayoritas gambar yang menunjukkan baik yang nyata aktor dan elemen CGI bersama masih menyimpan dua bagian yang terpisah dari frame, tumpang tindih dengan hanya sesekali. Itu adalah Jurassic Park (Spielberg 1993) yang pertama menunjukkan pembauran dari aktor dan makhluk CGI di penampakan pertama brontosaurus yang oleh Sam Neill dan karakter Laura Dern, ketika dua aktor berjalan di depan dinosaurus dalam kamera bepergian ditembak dimiliki untuk sembilan belas detik, lebih dari cukup waktu untuk meneliti penonton untuk tempat istirahat muslihat dan ilusi. Dampaknya dan impressiveness tembakan berasal dari kedua panjangnya dan gerakan kamera; yang terakhir menjaga aktor dan dinosaurus dalam pendaftaran sempurna seperti trek kiri ke kanan, penuh kemenangan mengumumkan integrasi lengkap dari difoto dan
komputer. Namun, kamera, untuk semua gerakan nya, tetap frontal untuk tindakan.
Dengan perkembangan canggih seperti teknik dan gambar, CGI akhirnya menjadi tidak terlihat, tidak ada lagi pelatardepanan efek spektakuler dimaksudkan untuk mengesankan penonton, namun bagian yang terintegrasi dari
gambar-penciptaan alat di pembuangan pembuat film.
Pembagian Digital : Mainstream, independen dan minoritas pembuatan film
Fokus studi kritis ke dalam penggunaan CGI dan teknologi digital di pembuatan film cenderung menjadi produksi, fitur skala besar mainstream khusus efek-sarat ‘blockbuster’. Namun demikian, dua daerah lainnya dari film produksi yang layak dipertimbangkan dalam hal ini: rendah-anggaran independen dan Dunia Ketiga. Reaksi langsung dengan ide menggunakan CGI dalam produksi film independen mungkin bahwa tampilan, mengkilap buatan CGIS bertentangan dengan estetika realis konvensional yang diasumsikan kerja indie rendah anggaran. Namun independen sektor sekarang begitu besar dan beragam yang membatasi definisi tersebut semakin ketinggalan jaman. Memang, banyak pembuat film independen tertarik dalam menggunakan khususnya tampilan dan estetika visual dari CGI untuk tujuan tertentu, untuk membuat film mereka berdiri keluar dari kerumunan fitur dirilis setiap tahun.

Ref: DIGITAL CUlTURES Understanding New Media, Edited by   Glen Creeber and Royston Martin

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images